Trump Dituduh Bodoh?

 Trump Dituduh Bodoh?

Presiden Amerika Serikat DOnald Trump–foto istimewa

Presiden Amerika Serikat DOnald Trump–foto istimewa

Sukar untuk percaya bahwa Presiden AS Donald Trump adalah seorang idiot atau bodoh. Trump pasti mempunyai alasan substansial pada setiap keputusannya baik kebijakan dalam maupun luar negeri. Meskipun kita banyak tidak setuju dengan langlah-langkah, terutama kebijakan internasional, presiden AS ini.

Buku Bob Woodward —- wartawan Washington Post kenamaan yang mengungkap skandal Watergate dan menyingkirkan Presiden Nixon dari tampuk kekuasaan — merupakan pengungkapan cukup kasar mengenai apa yang terjadi di Gedung Putih, yang pastinya menguntungkan politisi lawan politik Trump. Tulisan dibawah, yang mengutip sebagian kecil bukunya bisa jadi pembelajaran kepada kita semua untuk berhati-hati memilih pemimpin bangsa, menjadi pemilih rasional berdasarkan kinerja dan integritas calon pemimpin baik daerah maupaun nasional.

Buku Bob Woodward , yang berjudul “Fear: Trump in the White House,” penuh dengan cerita-cerita anekdot mengenai Trump, yang dipotret sebagai orang yang ‘tidak pantas dituliskan disini’.

Wordwad menulis dan sekaligus mengkonfirmasi mantan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, yang menggambarkan Trump sebagai “Orang yang sangat bodoh”, pernyataan ini sebenarnya sudah tersebar luas.

Dia juga mengungkapkan, Menteri Pertahanan James Mattis menjelaskan kepada Trump mengenai pentingnya pertahanan AS di Korea Selatan, termasuk sistem untuk mengurangi waktu peringatan dini serangan rudal Korea Utara dari 15 menit ke 7 detik. Menurut Mattis, Trump bersikap seperti —tidak diterjemahkan — dan memahaminya —-tidak diterjemahkan — seperti anak SD kelas lima —– tidak diterjemahkan —- atau kelas enam.

Mantan direktur Dewan Ekonomi Nasional Gary Cohn kelihatannya percaya Trump sudah benar-benar kehilangan daya analisa obyektif secara permanen. Sekali waktu, dia berupaya mencegah presiden menandatangani keputusan pembatalan persetujuan perdagangan bebas dengan Korea Selatan dengan cara dia mencuri surat keputusan itu dari meja Trump. Trump,”Tidak menyadari surat itu sudah tidak ada”, lapor Washington Post.

Sementara mantan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly telah menyebut Trump sebagai idiot (bodoh) dan juga edan (gila);

“Dia seorang idiot (bodoh). Tidaklah mungkin untuk mencoba meyakinkannya mengenai apa saja. Dia sudah keluar dari rel. Kami hidup di ‘kota gila’”, kata Kelly dalam rapat staf di kantornya. “Bahkan saya tidak tahu kenapa kita semua ada disini. Ini adalah situasi kerja paling buruk yang saya alami.”

Pengacara Trump, John Dowd juga menyebut kliennya ini idiot dengan tujuan agar tidak dipanggil untuk memberikan pernyataan dihadapan Mueller. Dia dengan agak berlebihan berargumentasi bahwa Trump sebaiknya tidak dimintai keterangan oleh Jaksa Khusus Robert Mueller karena transripsinya akan bocor dan para pemimpin dunia akan melihat betapa idiot/bodohnya Trump.

Dowd menjelaskan kepada Mueller dan Quarles sebab dia mencegah presiden untuk memberikan keterangan,”Saya tidak ingin duduk disini dan melihat dia tampak seperti orang bodoh (idiot). Dan anda akan mempublikasikan transkripsi (keterangannya), karena segala hal bocor di Washington, dan orang-orang di luar negeri akan mengatakan, sudah saya bilang dia itu idiot. Sudah saya bilang dia itu bodoh. Apa yang harus kita lakukan kepada orang idiot ini?”

Pengacara Trump lain, Jay Sekulow, mencoba berargumentasi kepada Mueller bahwa Trump tidak bisa dimintai keterangan karena dia pembohong kompulsif. Mereka pada dasarnya menjelaskan kepada Mueller bagaimana mereka sempat melakukan simulasi wawancara dengan Trump. Dan dia tidak mampu memberikan keterangan yang sebenarnya. Mereka menilai Trum secara mental tidak bisa memberikan keterangan.

Trump pernah memutar balik cerita senator (alm) John McCain ketika menjadi tentara AS di Vietnam dan ditangkap,”Mantan pilot Angkatan Laut itu pengecut dan mengambil tawaran dilepaskan dari kamp tahanan perang lebih cepat di Vietnam karena ayahnya berpangkat tinggi di militer dan dia meninggalkan rekan-rekannya.”

Celoteh Trump ini bertentangan dengan kenyataan. Masa McCain dalam kamp tahanan perang di Vietnam sangatlah heroic. Vietnam Utara menawarkan dia untuk lebih dahulu dibebaskan karena ayahnya memegang jabatan tinggi di militer AS. Pembebasan ini juga dimaksudkan untuk merusak moral tahanan perang lainnya. Tapi McCain menolak meski harus bertahan dari penyiksaan daripada bebas. Kisah ini sudah sangat dikenal luas dan McCain dipandang sebagai pahlawan Amerika.

 

Sumber informasi: nymag.com

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *