Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Tersendat di Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Peguyangan - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Tersendat di Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Peguyangan

Published

on

KAPAN terakhir Anda melewati rute Jakarta – Yogyakarta lewat Prupuk? Jika Anda melakukannya hari-hari ini, hingga Juni nanti, siap-siaplah terkena kemacetan lumayan panjang di empat titik, yang ada di wilayah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Rupanya, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sedang membangun empat fly over di perlintasan kereta api. Empat fly over yang sedang dikebut pembangunannya, terletak di lintasan KA Klonengan-Prupuk, Dermoleng-Ketanggungan, Kretek-Paguyangan, dan Kesambi.

Akibat pembangunan fly over, maka lalu lintas  dari arah Bumiayu ke Prupuk dan sebaliknya, dibuat bergantian dalam melintas. Tak pelak, antrean panjang pun terjadi ketika satu arus ditutup, dan memberi kesempatan kendaraan melintas dari arah berlawanan. “Sekarang memang macet, tapi mudah-mudahan pas arus mudik serta arus balik Lebaran nanti, lancar,” ujar seorang pengemudi yang sedang terjebak macet, menunggu giliran jalan.

Harapan itu menjadi masuk akal. Mengingat pada hari biasa saja, terdapat 72 kali perlintasan. Setiap kereta api melintas, dibutuhkan waktu lima menit. Artinya, per hari terjadi penutupan jalan (akibat lintasan kereta api) enam jam. Sementara pada musim Lebaran, tak kurang 92 kali per hari kereta api melintas, dan itu artinya perlu waktu tujuh jam untuk menutup-membuka pintu lintasan kereta api.

Karenanya, dengan dibangunnya empat fly over, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih lancar. Dari informasi di Kementerian PUPR diketahui, pembangunan fly over Dermoleng-Ketanggungan sepanjang 500 meter dikerjakan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 64 miliar. Sedangkan fly over Klonengan – Prupuk, sepanjang 1.011 meter, dikerjakan PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp 112 miliar. Lalu, fly over Kesambi sepanjang 470 meter dikerjakan PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 58 miliar. Adapun fly over Kretek sepanjang 700 meteri, kembali dikerjakan PT Adi Karya senilai Rp 82 miliar.

Semua pekerjaan tadi, memang mengakibatkan kemacetan sejak Februari lalu. Titik-titik kemacetan makin banyak, karena banyaknya proyek pengecoran jalan yang dikerjakan pada ruas-ruas tertentu sepanjang jalur Prupuk – Gombong. Sebagian ruas jalan lain tampak dalam kondisi rusak para, dan belum ada tanda-tanda perbaikan. Kesimpulannya, jika hari-hari ini ada acara ke Yogya, sebaiknya tempuhlah dengan kereta api. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement