Tema elegi kemanusiaan selalu berkelindan pada aras sosial masyarakat. Manusia adalah subyek sekaligus obyek yang menyandang takdir dalam realitas kehidupan dan akan berhadapan cerita duka maupun cerita tentang suka.
Dari sini kerja teater kemudian mengemasnya dalam bentuk lakon-lakon drama yang menghadirkan kembali memory tersebut untuk tujuan mengedukasi audiensnya.
Selamat pagi Donna.
Sebuah naskah reportase yang ditulis Ina Sita Nur’aina dalam sebuah bentuk lakon mengkisahkan sosok perempuan malang bernama Donna. Nasib buruk telah menyeretnya menjalani profesi sebagai pelacur, yang tidak pernah ia bayangkan dalam hidupnya.
Meski ia adalah primadona dari sebuah rumah bordil terkenal di sebuah kota (Yogya), namun ia merasa sebutan Primadona hanya untuk “tubuhnya”. Hati dan jiwanya tetap Murni nama aslinya. Kisah pahit bermula dari perilaku bejat ayah kandung yang telah mencabulinya saat dirinya remaja.
Deru kemiskinan melatari kehidupan sosok gadis bernama Murni yang menjadi korban asusila ayahnya yang bernama Muryoto (Daniel Godan), seorang tukang becak. Akibat peristiwa tragis itu telah membawa kematian tragis (Surti) sang istri, seorang buruh gendong yang tidak tahan menerima aib keluarganya dari cibiran masyarakat yang selalu menghujatnya.
Di tengah deru derita yang kompleks mendorong Murni memilih hidup jadi pelacur setelah kematian ibunya, sebagai kekecewaan akan nasibnya. Alhasil, ia ditampung oleh seorang Mami (BRAy. Irianiparamastuti) di sebuah rumah bordil ternama di Yogya hingga menjadi primadona kupu-kupu malam.
Namun perjalanan hidupnya tidak berhenti sampai di situ. ketika Murni menjadi Primadona di sebuah rumah bordir, ternyata ayahnya masih mengganggu dan tidak berhenti memaksa minta dilayani meskipun telah disediakan pelacur lainnya. Akibatnya ia dengan sadar menghabisi nyawa ayah kandung sendiri yang telah merusak masa depannya.
Murni lebih memilih dipenjara namun puas telah membalaskan kematian ibunya dan juga dendam atas dirinya selama ini.
Setelah keluar dari penjara Donna (Kayla Merry S) tetap ditampung kembali di rumah bordil, bahkan oleh Maminya yang sudah dianggap anak sendiri Donna justru diserahi meneruskan usaha bordil itu. Donna pun menerima dengan syarat ada perawatan medis dan kesehatan bagi para pekerja seksual agar tidak terserang penyakit. Maka didatangkan seorang Dokter (Wahyu Widodo) sahabat maminya yang menjadi mengawas kesehatan di rumah bordil yang dikelolannya.
Kisah ini membawa jalinan hubungan cinta antara Donna dan dokter yang menjadi mitra kerjanya
Ending kisah ini tidak menjelaskan adegan selanjutnya, entah bagaimana hubungan kedua insan tersebut.
Drama elegi Selamat Pagi Dona didukung para pemain:
Kayla Merry S. (sebagai Donna).
Cinta Laras (sebagai Donna muda)
Daniel Godan (sebagai Muryoto)
Ningsih Maharani (Surti)
BRAy. Irianiparamastuti (Mami)
Hastari (Asisten Mami)
Wahyu Widodo (sebagai Dokter)
Ara Rares (sebagai Donna kecil)
Rina Nikandaru, Ana Rares, Padmini Karyanti (sebagai Buruh Gendong)
Padang Arofah, Kristina Koe, Aladria, Siti Amini Munas (Tetangga)
Teguh Mahesa, Greg Usanta, Krinantoro Aji Mohammad Ikhsan dan Joni Asman (Tamu Rumah Bordil)
Narator: Ina Sita Nura’ina
Penata Musik: Dr. Memet Chairul Slamet, M.Sn
Koreografi: Deddy Ratmoyo.SH
Videografi : Joni Asman
Kameraman: Greg Usanta
Artistik: Hr. Jadug Pitoyo
Video Mapping: Hanafi
Penata Lampu: Dino Manggala
Penata Busana: Amini Munas
Stage Manager & Desain Produksi: Mahmud Elqadrie
Pimpro: Rina Nikandaru
Supervisi Teater Asdrafi
Tentang : SRIKANDI PENDAPA NDALEM
Teater Srikandi nDalem (espede) berangkat dari teater “Ekstra Kulikuler Kehidupan” para perempuan susah diam, meskipun mereka adalah para wanita yang sibuk dengan urusan rumah sehari-hari maupun pekerjan profesional lainnya.
Teater ini juga membangun tradisi nafas perteateran nonformal yang bisa pentas di mana saja, kapan saja dalam cuaca apa saja.
Bagi teater ini, tubuh dan pikiran teater harus ditumbuhkan dengan merdeka tanpa hambatan penderitan kalkulasi formalitas panggung dan beban manajemen pengibaan sponsor dan proposal.
Namun demikian teater ini tidak mengabaikan profesionalitas pemanggungan manakala diprogramkan. Sebagaimana unsur pemahaman dramaturgi yang menjadi landasan utamanya.
Hal tersebut karena teater ini terbentuk dari limgkungan Pendapa nDalem Pakuningrat (Tempat ex Asdrafi – Akademi Seni Drama dan Film – Yogyakarta). Alih-alih Rina Nikandaru yang membidani projeck teater Perempuan Srikandi ini adalah pewaris sejarah Asdrafi yang sekaligus ketua GRK Asdrafi saat ini.
Sudah puluhan perform dilakukan oleh Teater Srikandi Pendopo nDalem dalam kurun dua tahun terakhir ini yang dipresentasikan di segala tempat. Gedung Teater. panggung terbuka. Mall-mall, trotoar kota, dll. yang disikapi sebagai ritual Ekstra Kulikuler Kehidupan yang menggembirakan dan penuh dinamika
Dan pentas Selamat Pagi Dona kali ini adalah pentas besar di pusat Taman Budaya Yogyakarta (Societet Militaire). Rabu, 10 DESEMBER 2025. JAM 19.00 WIB. Yang akan mengangkat kisah tragis yang memilukan adalah naskah reportase Ina Sita Nura’aina yang akan dibesut dengan penyutradaraan Inung Nuramin Linggau dengan konsep Sinema Teater. yang akan didukung perempuan-perempuan Srikandi Teater yang susah diam dan terus beraktivitas dalam kerja budaya. (mahmud elqadrie)
