Sertifikasi RSPO Buktikan UMKM Mampu Penuhi Standar Global

FPKBL memperoleh Sertifikasi RSPO

FPKBL memperoleh Sertifikasi RSPO

JAYAKARTA NEWS – Pencapaian Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) memperoleh Sertifikasi Roundtable Sustainability Palm Oil (RSPO) Supply Chain Certification (SCC) menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu memenuhi standar keberlanjutan global.

Ketua FPKBL Alpha Febela Priyatmoko menyampaikan apresiasi kepada semua pihak RSPO, WWF Indonesia, CECT Universitas Trisakti, Daemeter, dan Control Union, atas dukungannya.

Komitmen ini membuat FPKBL semakin yakin bahwa kreativitas bisa berjalan seiring dengan keberlanjutan dan membuka jalan ke pasar yang lebih luas.

“UMKM batik seperti kami akhirnya bisa membuktikan bahwa keberlanjutan itu inklusif, memberi semangat baru untuk berkreasi sekaligus memperluas akses ke pasar internasional. Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif yang tidak mungkin ditempuh sendirian,” ungkap Alpha, Senin (1/9/2025).

Deputy Director Market Transformation RSPO (Indonesia) Windrawan Inantha menegaskan pencapaian ini adalah tonggak awal peningkatan konsumsi produk sawit berkelanjutan di Indonesia.

Menurut Windrawan, sertifikasi RSPO bukan hanya penting bagi petani kecil di hulu, tetapi juga sama krusialnya bagi UMKM di hilir seperti FPKBL dan SpaFactory Bali.

“Dengan sustainability meets creativity, kita membuka pintu bagi inisiatif yang lebih besar, yang akan menghubungkan rantai pasok berkelanjutan dari hulu hingga hilir secara nyata,” ujar Windrawan.

Menurut Windrawan, kreativitas dan keberlanjutan bisa berjalan berdampingan, dan UMKM kreatif memberi kontribusi nyata dalam transformasi industri sawit.

Managing Director Control Union Indonesia Gayan Wejesiriwardana mengatakan, sertifikasi bagi UMKM di sektor hilir membuktikan bahwa standar keberlanjutan dapat diakses oleh usaha kecil.

Menurut Gaya, sertifikasi UMKM ini adalah jembatan agar UMKM naik kelas dan memperkuat kepercayaan konsumen. Kreativitas lokal kini bisa disejajarkan dengan standar global.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan dan daya saing harus inklusif, sehingga pelaku usaha kecil juga bisa menjadi bagian dari pasar global yang lebih beretika,” kata Gaya.

Kehadiran UMKM berbasis sawit berkelanjutan semakin diperkuat oleh SpaFactory Bali yang ikut memperkenalkan lini personal care BOEMI Botanical, salah satu merek terkenal dari Bali yang juga berhasil meraih sertifikasi RSPO SCC.

Hal tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berada di komoditas hulu, tetapi juga dapat hadir di sektor hilir yang dekat dengan konsumen sehari-hari.

Inovasi yang ditampilkan FPKBL pun tidak berhenti pada batik wax. Dengan dukungan Daemeter, UMKM ini memperluas kreasinya melalui produk lilin dekoratif dan lilin aromaterapi.

Semua produk ini diperkenalkan secara resmi pada ajang kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2025 yang digelar pada 1–5 Oktober di Jakarta International Convention Center. Pameran ini menjadi panggung penting untuk menegaskan bahwa UMKM kreatif Indonesia mampu menembus pasar dengan membawa nilai keberlanjutan.

Keberhasilan FPKBL dan SpaFactory Bali dalam mendapatkan sertifikasi ini bukanlah pencapaian individual, melainkan lahir dari kolaborasi lintas pihak.

WWF Indonesia dan CECT Universitas Trisakti berperan mendukung proses sertifikasi, sementara Control Union sebagai lembaga sertifikasi yang melakukan proses audit sertifikasi.

Dukungan ini memperlihatkan bahwa standar keberlanjutan kini bisa dijangkau oleh UMKM dan menjadi jalan menuju pasar yang lebih luas.

Capaian FPKBL dan SpaFactory Bali juga membawa dampak yang lebih luas bagi industri kreatif dan pariwisata Indonesia.

Produk-produk sawit berkelanjutan, mulai dari batik wax, lilin dekoratif, lilin aromaterapi, hingga personal care, bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi pariwisata dan konsumen global.

Inovasi ini membuktikan bahwa produk sehari-hari bisa menjadi sarana edukasi sekaligus simbol nyata komitmen terhadap masa depan yang lebih lestari. (yog)

Exit mobile version