Narik Sukmo: Terus Menari atau Mati

Febby Rastanty (foto mesari)

JAYAKARTA NEWS— Dalam bahasa Jawa, Narik Sukmo berarti menarik jiwa/sukma. Diangkat dari novel karya Dewie Sofia, produksi Mesari dan JP Pictures yang akan tayang 3 Juli 2025 ini berkisah tentang horor fiksi keji dan sadis tak terjangkau hukum.

“Ini horor yang menampilkan unsur spiritual dan kepercayaan kuno dipengaruhi pengendalian jiwa,” kata sutradara Indra Gunawan (Kobutz) usai galprem di XXI Epicentrum Walk, Jakarta, baru-baru ini.

Bertema ihwal kuatnya tarian dan kepercayaan spiritual yang kompleks.

Penonton diajak merasakan kengerian yang hilang kendali atas diri sendiri dibalik tarian yang memiliki kekuatan gaib. “Sebuah kultur misteri yang masih melekat di tanah Jawa,” jelas Indra Gunawan.

Dea ‘imut’ Annisa

Kenar, mahasiswi, diajak Ayu sahabatnya ke desa penari Kelawangin di perbatasan Jateng dan Jatim.

Ia terjebak ritual sesat yang mengorbankan seorang penari wanita.

Kenar acap bermimpi buruk  dan diteror sosok hitam dan tarian yang disebut Narik Sukmo yang dipercaya mampu menarik jiwa seseorang mengambil sukma dari jiwanya.

Desa Kelawangin juga menyimpan konflik masa lalu yang belum selesai dan memicu balas dendam.

Cuaca buruk di desa ditandai hujan turun deras dan ritual aneh yang dipimpin seorang pria.

Pemeran utama Febby Rastanty dan Aliando Syarief beradegan roman pertama kali di genre horor. “Saya puas untuk pertama menari tradisi di film. Saya belajar tari pada ibu Elly Luthan, maestro tari yang juga ikut main,” papar Febby Rastanty.

“Tari itu memakai feeling dan dari hati. Enggak hafalan. Emosi dan karakter Kenar naik turun,” kesan Febby.

Aliando Syarief (foto mesari)

Aliando Syarief yang berperan sebagai Dirja mengaku mengambil job di horor.

“Saya jadi asyik dan ketagihan. Horor bagus asal didukung serius dan pemerannya bermain profesional,” terang Aliando yang melejit lewat sinetron ‘Ganteng Ganteng Serigala’.

Di film ini juga mengulik kisah percintaan antara Kenar dan Dirja.

Sependapat Dea ‘Imut’ Annisa yang baru merasakan kengerian di lokasi syuting. Terlebih lagi cuaca ekstrim dan hujan deras mengucur.

“Beberapa kru ada yang kesurupan. Baru sadar ketika kami membacakan doa dan mantra,” cerita Dea Annisa yang mengaku salut atas akting Yama Carlos yang berasal dari luar Jawa tapi mau belajar menari tradisi di film ini.

Narik Sukmo juga didukung sederet pemeran seperti Nugie, Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Maryam Supraba, Elly Luthan sebagai guru tari dan lain-lain.

Produser Mulyadi AP, Darmawan Suryadi eksekutif produser dan Evelyn Afnilia scriptwriter.

“Saya menggarisbawahi para pemeran yang berakting bagus dan wajar. Meski terkadang cuaca ekstrim tapi kita tetap bersemangat,” puji Indra Gunawan. (pik)

Exit mobile version