Merkel dan Putin Berebut Eropa

 Merkel dan Putin Berebut Eropa

DUA tokoh dunia ini punya latar belakang kontras. Kanselir Jerman Angela Merkel hidup dan besar di Jerman Timur sebagai warga yang tertindas. Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin meniti karier sebagai pejabat KGB (badan intelejen Uni Soviet) yang ditugaskan di Jerman Timur sebagai penindas siapa pun yang punya pikiran progresif.

Mereka sekarang “head to head” memperebutkan Eropa.Untuk saat ini, Merkel adalah tokoh utama dan paling berpengaruh di Eropa —pernyataan yang tidak diragukan siapa pun. Dan Putin ingin merobek kesatuan Eropa (Uni Eropa).

Hubungan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin ditandai dengan saling curiga, tapi mungkin juga saling menghargai.Namun, sepanjang perjalanan, mereka banyak kehilangan kesempatan dan banyak salah mengambil keputusan. Sampai akhirnya pada situasi puncak, dimana Merkel sebagai petahana akan ikut pemilu dan Rusia dituduh berusaha ikut serta ‘menyingkirkan’ Merkel.

Jejak politik Merkel dimulai di Jerman Timur, ketika dia berusia 7 tahun, di kota Templin dan saat itu ayahnya adalah pendeta di gereja Lutheran. Pada 13 Agustus 1961, hari Minggu, berita sampai di gereja mereka bahwa Soviet mulai membangun tembok pemisah Timur dan Barat di Berlin. Angela Merkel, yang masih kecil, melihat banyak anggota gereja ayahnya mengangis tersedu-sedu di kebaktian pagi itu.

Momen penting lain adalah November 1989, ketika Tembok Berlin dirobohkan. Masa panjang diantara pembangunan dan runtuhnya Tembok Berlin membentuk sikap politik Merkel: hati-hati, penuh perhitungan, namun tetap idealistik, sangat curiga terhadap Rusia, mungkin juga sangat mengaguminya hingga dia belajar sastra Rusia dan fasih berbahasa Rusia hingga memenangkan kompetisi untuk berkeliling Uni Soviet ketika dia masih jadi mahasiswa dan warganegara Jerman Timur. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *