JAYAKARTA NEWS – Menteri Perdagangan Budi Santoso terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada buyer asing.
Si Bintang Buah menjadi salah satu produk UMKM yang masuk dalam Program Pilihan Mendag dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40.
Produk keripik buah asal Lampung ini telah berhasil mendapatkan pembeli dari Libya dan Uni Emirat Arab (UEA).
“Produk ini sudah ikut Program Pilihan. Sudah ikut TEI dan sudah mendapatkan buyer dari Libya. Sudah kirim juga ke Dubai. Mudah-mudahan terus berlanjut dan terus mendapatkan pasar baru,” harap Budi, Senin (20/10/2025).
Si Bintang Buah merupakan UMKM inovatif asal Lampung yang mengolah aneka buah lokal seperti pisang muli, nangka, pisang kepok, dan salak, menjadi keripik buah bernilai tambah tinggi.
Proses pengolahan keripiknya dilakukan secara khusus dengan teknik penggorengan hampa udara (vacuum frying) selama kurang lebih 1,5 jam.
Hasilnya, keripik berkualitas tinggi dengan cita rasa otentik, tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dan bebas gluten.
Dalam kunjungannya di TEI 2025, Mendag berinteraksi untuk memastikan UMKM mendapatkan hasil konkret. “Gimana, sudah dapat pembeli?”tanyanya kepada setiap peserta yang ditemui, termasuk Falila, Digital Marketing dari PT Well Maira Food.
Minyak kelapa sawit berserta turunannya menjadi salah satu produk yang diminati pasar dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025. Transaksinya mencapai USD 2,30 miliar.
“Hingga pukul 13.00 WIB hari ini, capaian transaksi tercatat USD 22,80 miliar dan masih akan terus bertambah melebihi USD 23 miliar,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso, dikutip Selasa (21/10/2025).
Menurut Budi, capaian tersebut menunjukkan produk-produk Indonesia tidak hanya mampu bersaing, namun juga menjadi primadona di pasar global.
“TEI ke-40 membuktikan kekuatan sumber daya alam dan manusia Indonesia dalam menghasilkan produk ekspor unggul dan berkelanjutan,” ujar Mendag.
Budi menyebutkan, produk paling diminati dalam TEI 2025 meliputi produk pertambangan senilai USD 5,50 miliar, logam mulia (USD 2,70 miliar), minyak kelapa sawit dan turunannya (USD 2,30 miliar), arang dan briket (USD 1,60 miliar), serta suku cadang (USD 1,40 miliar).
Dari sisi transaksi, perdagangan barang mencatat USD 17,90 miliar, perdagangan jasa USD 443,70 juta, dan investasi USD 4,37 miliar.
Transaksi ini terdiri atas nota kesepakatan (MoU) senilai USD 22,70 miliar, transaksi di area pameran (fairground) sebesar USD 71,60 juta, dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching)senilai USD 63,40 juta atau naik 88 persen dibandingkan 2024. (yog)
