Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

Pengendara sepeda motor harus mengantre berjam-jam di SPBU untuk dapat BBM. (Cmg)

DENPASAR, JAYAKARTA NEWS— Pengendara kendaraan bermotor roda dua atau lebih di Bali, khususnya Denpasar, Badung dan Tabanan sejak beberapa hari lalu harus mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite. 

Ternyata antrian panjang ini belum mereda, kendati kapal pengangkut BBM telah tiba di Bali pada 11 Oktober 2026 dengan membawa sebanyak 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Berdasarkan pemantauan, Senin (12/10/2026), antrean ini semakin parah dibandingkan hari sebelumnya karena antrean bisa mencapai ratusan meter. Antrean panjang ini mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Sejumlah pengantri BBM mengaku terpaksa mengantre sampai 1 jam lebih untuk mendapatkan Pertalite. Hampir di semua SPBU di Denpasar terjadi kemacetan arus lalu lintas akibat antrean BBM ini.

Tampak petugas Polantas sibuk mengatur lalu lintas guna mengatasi kemacetan. “Sampai kapan antrean BBM ini bisa teratasi,” ucap Wayan Sumadi, salah seorang pengendara kendaraan roda dua. Ia berharap pemerintah, dalam hal ini  Pertamina segera mengatasi kondisi ini karena bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami para ojol kesulitan memperoleh Pertalite, akibatnya terpaksa tidak mengambil orderan,” papar Mudiono, salah seorang penarik ojol (ojek online)

Penjelasan Pertamina

Sementara itu, PT Pertamina dalam keterangan persnya, Senin (12/10/2026) menerangkan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan BBM di wilayah Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan serta mengoptimalkan penyaluran setelah kapal sandar.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad.

Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Tingkat konsumsi tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 KL. Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi.

Sejalan dengan rencana kedatangan kapal tersebut, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (Cmg)

Exit mobile version