Kebohongan Trump Menakjubkan

 Kebohongan Trump Menakjubkan

Pemeriksa Fakta di harian Washington Post, sampai 30 Oktober 2018, melaporkan Presiden AS Donald Trump telah melontarkan klaim yang tidak berdasarkan fakta sebenarnya atau bohong belaka sebanyak 1.318 klaim selama 9 bulan pemerintahannya atau sekitar 5 klaim sehari. Dan beberapa minggu belakangan, sebelum pemilihan sela Kongres, dia membuat 1.419 klaim salah atau tidak benar — sebanyak 30 kali rata-rata perhari.

Di tambah dengan seluruh klaim tidak benarnya selama menjabat diperoleh angka 6.420 klaim salah atau tidak sesuai dengan fakta atau kenyataan. Tautan ini bisa jadi refernsinya: The Fact Checker’s database

Banjir informasi salah dari presiden meningkat tajam saat Trump berkampanye untuk calon-calon legislatif Partai Republik pada pemilihan umum sela, Selasa 6 November 2018. Setiap Trump naik panggung kampanye, dia biasanya melontarkan 35 sampai 45 klaim salah atau tidak sesuai fakta. Dia juga menyatakan klaim-klaim itu ketika bertemu dengan pers setempat dan wartawan Gedung Putih (wartawan yang secara khusus ditugaskan meliput kegiatan presiden AS).

Misalnya, pada tanggal 1 Oktober, Trump melontarkan 84 klaim tidak benar dalam kampanye di Kota Johnnson, negara bagian Tennesse. Kemudian 22 Oktober, 84 klaim di kota Houston dan tanggal 19 Oktober ada 78 klaim di Mesa, Arizona.

Kita lihat dengan cara lain, pada bulan September tahun ini, presiden memberi pernyataan 599 salah atau tidak sesuai fakta. Sementar pada bulan Oktober lalu, dia melontarkan 1.104 klaim — hampir dua kali lipat.

Cerita bohong dan salah dari Trump biasanya terlontar pada kampanye-kampanyenya. Dia menyebutkan pemerintahannya telah memberi pemotongan pajak terbesar dalam sejarah AS — dia melontarkan pernyataan keliru ini sampai 120 kali. Kemudian dia menyatakan ekonomi AS ada dalam posisi terbaik dalam sejarah negeri itu —- klaim tidak benar yang dilontarkannya sebanyak 80 kali. Lalu, dia, sebanyak 74 kali, menyebut tembok perbatasan telah dibuat —- klaim ‘ngawur’ ini tetap saja dilontarkan kendati Kongres AS hanya mengalokasikan dana 1,6 miliar dolar untuk membuat pagar kawat berduri saja dan bukannya tembok.

Kadang-kadang ada momen sangat menarik ketika Presiden Trump memberi pernyataannya, yang belakangan terbukti kontradiksi atau bertentangan dengan kenyataan.

Trump, dalam wawancara dengan Wall Strteet Journal, dengan tenang membantah telah menerapkan tarif (impor dari luar AS). “Saya maksudkan, selain tarif untuk besi baja — yang sebenarnya kecil, apa yang kita terapkan? Diamana kita punya tarif? Kita tidak menerapkan tarif dimanapun? Kemudian, harian ini menerbitkan darftar tarif impor pada berbagai barang dengan nilai 305 miliar dolar AS.

Dia mengklaim, sekitar 25 kali, nominasinya untuk Hakim Agung, Brett Kavanaugh, adalah no.1 dikelasnya di Universitas Yale atau di Jurusan Hukum Yale. Tapi Yale tidak pernah membuat ranking untuk mahasiswanya. Apalagi Kavanaugh lulus ‘cum laude’ dari jurusan hukum — level ketiga dibawah ‘summa cum laude’ dan ‘magna cum laude’. Disisi lain, Yale, pada masa itu, terlalu mengumbar ‘lulus dengan hormat’ karena sekitar 50% lulusannya diberi label itu dan setengahnya lulus dengan ‘cum laude’.

Sebenarnya, fakta-fakta di atas dengan sangat mudah di periksa dengan melakukan pencarian di Google. Namun presiden tetap saja melontarkan pernyataan yang sama berulang-ulang tanpa pernah mengoreksinya.

Pernyataan yang mirip dengan diatas, Trump menyerang Richard Cordray, kandidat gubernur Ohio dari Partai Demokrat, dengan tuduhan telah menghabiskan dana 250 juta dolar untuk merenovasi gedung ‘Consumer Financial Protection Bureau — instansi pemerintah yang pernah dipimpinnya. Namun klaim ini dua kali lipat dari dana yang sebenarnya. Tambahan lain, Trump mengklaim Cordray mengeluarkan dana 50 juta dolar untuk membuat tangga jalan, yang akhirnya tidak jalan. Namun klaim ini benar-benar klaim khayalan saja. Tangga jalan paling mahal di dunia ada di Cina — di Bailong yang dibuat di pegunungan. Tangga jalan itu menelan biaya 20 juta dolar AS.

Trump, tiga belas kali, menciptakan kisah fantasi tentang Senator Richard Blumenthal (Partai Demokrat), yang memimpin upaya pembukaan catatan keuangan Trump. Trump menyebutkan Blumenthal adalah pahlawan perang Vientman, tepatnya bertempur di Provinsi Da Nang. “Kami menyebutnya Da Nang Richard — Da Nang adalah nama kecilnya,” ujar Trump. Blumenthal sendiri menyebutkan catatan karir militernya telah beberapa kali di kutip secara salah dan dia menegaskan tidak pernah dikirim bertempur di provinsi itu di  Vietnam.

Di Mosinee, negara bagian Wisconsin, Trump menakut-nakuti massa yang mengikuti kampanye.  Dia menggambarkan ada kemungkinan organisasi kejahatan mengusai kota-kota di AS. “Seperti perang, seperti ada invasi asing. Dan mereka akan menduduki negeri anda. Dan kemudian anda akan mendesak mereka keluar. Dan mereka sebut itu pembebasan.” Pandangan ada kelompok geng menguasai kota-kota Amerika sangatlah jauh dari kenyataan. Geng seperti MS-13 memang beroperasi di beberapa wilayah, seperti Los Angeles, Long Island, dan Washington. Tapi benar-benar sangat berlebihan untuk mengatakan kota-kota sedang dibebaskan dari cengkraman MS-13 — seakan-akan kota-kota itu dikuasai geng ini.

Serangan Trump kepada Partai Demokrat juga meningkat tajam, jelang pemungutan suara. Selama ini, presiden memang selalu mengecam Demokrat, tapi retorikanya makin tajam dan makin tidak akurat beberapa minggu terakhir.

Mengenai Demokrat, “Mereka ingin menghapus capaian-capaian kita dan menenggelamkan negara kita dalam mimpi buruk, kemiskinan, kekacauan, dan terus-terang pada kriminal, karena itulah yang akan terjadi,” tukasnya, pada 4 Oktober lalu. “Partai Demokrat adalah penganut radikal sosialisme, Venezuela dan akan membuka perbatasan. Sekarang saya sebut, anda belum pernah mendengarnya, Partai Kejahatan. Itu adalah Partai Kejahatan, memang seperti itulah. Dan untuk membayar sosialisme mereka, maka akan menghancurkan negara kita.”

Pernyataan-pernyataan Trump memang kontroversial bahkan jauh dari kenyataan atau fakta sebenarnya. Namun, dia dengan caranya ini terus-menerus ada di halaman depan setiap media massa dan mungkin ini tujuan sebenarnya dari pernyataannya. Hal lebih penting adalah kebijakan nyata yang dijalankan pemerintahan Trump. Dibidang ekonomi, banyak ahli ekonomi sudah memperingatkan Amerika akan mengalami kesukaran besar jika terjadi resesi ekonomi, yang pasti akan terjadi. Akibat kebijakan Trump, AS akan mengalami kesukaran bangkit dan ini akan berdampak besar terhadap perekonomian dunia.

Sumber informasi: washintongpost.com

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *