JAYAKARTA NEWS – Hasil survei Indikator Politik Indonesia terbaru menunjukkan pasangan calon (Paslon) Pramono Anung – Rano Karno (Si Doel) mendapat pilihan terbanyak warga Daerah Khusus Jakarta menjadi calon gubernur jika Pilkada dilaksanakan pada hari ini. Meski begitu Paslon ini belum meraih suara 50 persen lebih.
Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, pada simulasi surat suara tiga pasangan calon, pasangan Pramono Anung – Rano Karno (Si Doel) mendapat dukungan sebesar 42.9 persen, bersaing ketat dengan pasangan M. Ridwan Kamil – Suswono mendapat dukungan sebesar 39.2 persen. Sementara pasangan Dharma Pongrekun – R. Kun Wardana Abyoto mendapat dukungan sebesar 5.1 persen. Sisanya merupakan massa mengambang sekitar 12.8 persen.
“Pasangan Pramono Anung – Rano Karno (Si Doel) dan pasangan M. Ridwan Kamil – Suswono dukungannya sangat kompetitif di sebagian besar segmen demografi warga, terutama karena kekuatan masing-masing paslon juga kompetitif dalam menjangkau pemilih melalui berbagai kegiatan sosialisasi,” jelas Burhanuddin, Jumat (22/11/2024).
Namun, kata Burhanuddin, pasangan Pramono Anung – Rano Karno unggul pada kegiatan yang selisihnya agak lebar, yaitu pada pertemuan tatap muka, atribut luar ruang, kunjungan simpatisan dan kegiatan sosial. Sementara melalui instagram pasangan Ridwan Kamil – Suswono unggul.
Menurut Burhanuddin, popularitas merupakan hal mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. “Populer juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai. Oleh karena itu populer saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif,” ujarnya.
Survei Indikator juga menumukan, saat ini popularitas M. Ridwan Kamil paling tinggi (96%), kemudian Rano Karno (Si Doel) (94%), dan Pramono Anung (66.1%). Nama lain kurang dari 30% popularitasnya.
“Dari nama calon terpopuler, tingkat kedisukaan Rano Karno (Si Doel) paling tinggi 92.4 persen, kemudian M. Ridwan Kamil 74.4 persen, dan Pramono Anung 70 persen dari yang mengenalnya,” ungkap Burhanuddin.
Survei dilakukan secara tatap muka pada 30 Oktober – 8 November 2024, dan survei telepon 15-21 November 2024. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1600 orang. Tingkat toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.5% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh Kota Administrasi di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional. Berhubung kecilnya populasi Kepulauan Seribu, tidak diikutsertakan dalam sampel. (yr)
