Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

DI ZAMAN modern ini tari tradisional kurang diminati para kaum muda, tapi tidak untuk gadis kecil kelahiran Jakarta 11 Juni 2007 ini. Aufa Dwi Risti Wibowo atau yang sering disapa Aufa ini, sejak tahun 2014 sudah belajar menari di Pejaten, Jakarta Selatan. Untuk kategori penari pemula penampilan Aufa cukup membanggakan. Ia pernah masuk lima besar dalam sebuah ajang lomba tari yang diikuti ratusan peserta.

Siswi kelas 4 SDN Kencana 2, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ini tercatat sering pula memenangi perlombaan. Itu berkat latihan teratur di sanggar Tari Getar Pakuan di Jalan Ir. H. Juanda No.10 Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor. Sanggar Seni Getar Pakuan adalah salah satu wadah penyaluran bakat putra-putri Kota Bogor. Sanggar ini sudah berusia 15 tahun. Murid-murid binaannya, banyak yang berhasil menggondol prestasi baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Nah, kembali ke Auga. Gadis cilik yang bercita-cita menjadi dokter ini pernah mendapatkan juara 1, juara 2, juara 3, harapan 3 dan penampilan favorit di acara lomba yang diikutinya. Kini, Aufa mulai mengembangkan diri pada dunia akting, fashion show, dan modeling. Sang ibu, bahkan turun tangan mengajarkan anaknya cara berlenggak–lenggok di atas catwalk.

Meski begitu, karier Aufa tidaklah mulus. Banyak ujian yang ikut pula dirasakan sang ibu. “Pertama mengikuti lomba, sepeda motor mogok. Pernah juga ikut lomba berangkat pagi, pulang tengah malam. Alhamdulillah sekarang sudah mulai lancar. Untung saja anaknya gak banyak ngeluh dan latihannya rajin jadi saya senang mendampingi Aufa,” tutur ibunda Aufa di kediamannya di Taman Griya Kencana Blok C.11 No. 29 Kelurahan Kencana, Bogor.

Bukan hanya dukungan dari ibu, Aufa juga mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Sukrisman dan kakak laki-lakinya Eka Risti Wibowo. Namun diakui Aufa, statusnya yang masih pelajar ada kalanya menjadi kendala untuk mengembangkan talenta dan karier. Untuk itu Aufa menyiasatinya dengan hanya mengikuti perlombaan di hari libur. Kalaupun hari sekolah, ia melakukannya sepulang belajar.

Dari sekian perlombaan yang diikuti, yang cukup berkesan yakni lomba Akting dan Modeling se-Bogor (2014) di Kemuning Gading, Kota Bogor. Waktu itu, Aufa tampil di depan Walikota Bogor Bima Arya dan para pejabat lain. Kesan lain, adalah penampilan di acara Buah Hatiku Sayang dan pencarian bakat di salah satu televisi swasta. Aufa berharap kariernya terus berkembang dan tawaran tampil semakin banyak. “Uang yang Aufa dapat ditabung, nanti kalau sudah banyak mau berangkatin mama sama papa umroh,” tutup Aufa. ***

Exit mobile version