Tentang Kami

Media online www.jayakartanews.com sejatinya lahir dari sebuah proses panjang. Bermula dari Harian Umum Jayakarta milik Kodam Jaya. Koran ini sempat jatuh-bangun. Pernah bermarkas di Salemba Tengah, Tanah Abang II, lalu ke Otista III, Jakarta Timur. Awal tahun 1990, diambil-alih Harian Suara Pembaruan dan makin berjaya dengan tiras lebih dari 100.000 eksemplar pada zamannya. Karena krisis moneter tahun1998, suratkabar yang terakhir bermarkas di Jl. Arus 39, Cawang, Jakarta Timur ini pun berhenti terbit per 1 Oktober 1998.

Tanpa sadar hampir 20 tahun punggawa eks Harian Umum Jayakarta tersebar tak berkabar. Syahdan, ketika Agus Sundayana memprakarsai WA Grup, bak gayung bersambut. Dalam sekejap, 70-an personel eks Jayakarta kembali bersua, meski sebatas di WA. Lalu, digagaslah temu kangen Sabtu, 12 November 2016 di kediaman mantan Pemimpin Redaksi Jayakarta, Suryohadi, di Depok. Dalam kesempatan itu, lahir gagasan “menghidupkan” kembali Jayakarta dalam format online. Lahirlah website www.jayakartanews.com.

Berkat peran aktif Ketty Saukoly, launching dilangsungkan di Grage Sangkan Hotel & Spa Kuningan, Jawa Barat, Kamis 2 Februari 2017, oleh Wakil Bupati Kuningan, Drs. Dede Sembada. Acara pun berpadu dengan rekreasi keluarga besar Jayakarta. Rombongan juga mengunjungi situs sejarah Linggarjati dan pusat batik Trusmi.

Satu kisah lain, bahwa semua awak Jayakarta sangat akrab dengan resto Bakmi Golek. Maka, ketika terbersit rencana mengadakan acara buka puasa bersama, spontan pilihan utama tempat jatuh ke resto itu. Bukber diselenggarakan Sabtu 10 Juni 2017. Hadir para senior: Martin Hutabarat, Duta Pranowo, dan Hermawan “Kikiek” Sulistyo. Malam itu, Pak Martin melontarkan tawaran memanfaatkan villanya di Caringin, untuk pertemuan berikutnya.

Rapat Kerja Jayakartanews digelar 11-12 November 2017, di Villa Kp. Caringin – Bogor, milik Martin Hutabarat. Raker dan temu kangen menghasilkan program bidang redaksi dan iklan 2017-2018. Di samping, menyepakati pembentukan Perkumpulan “Jayakarta 98” dengan Ketua Roso Daras. Sejarah Jayakarta masih akan terus terukir di jagad media Indonesia. *